Penyakit flu sering terjadi pada kucing, terutama pada kucing yang belum
divaksinasi dan mudah sekali menular kepada kucing lain. Penyakit ini
jarang menyebabkan kematian pada kucing dewasa tetapi dapat berakibat
fatal bila menyerang anak kucing. Meskipun pada kucing dewasa jarang
berakibat fatal, gejala-gejala penyakit seperti pilek dan bersin-bersin
dapat berlangsung cukup lama. Oleh karena itu pencegahan dengan
vaksinasi rutin merupakan tindakan terbaik.
Apakah Flu Kucing itu?
Flu kucing adalah penyakit pada kucing yang biasanya disebabkan oleh
infeksi satu atau kombinasi beberapa virus (virus herpes dan virus
calici) dan bakteri.
Bagaimana cara penularan Penyakit ini ?
Sepertihalnya penyakit flu pada manusia, flu kucing juga menyebar
melalui air liur,cairan bersin/droplet yang mengandung virus. Droplet
ini tersebar melalui bersin, kontak langsung atau tidak langsung melalui
peralatan (tempat makanan, minuman, kandang,dll) yang tercemar virus.
Kontak tidak langsung juga dapat terjadi melalui sentuhan manusia, oleh
karena itu cucilah tangan dengan sabun/antiseptik setelah memegang
kucing sakit agar tidak menulari kucing lain.
Masa inkubasi penyakit ini dapat mencapai 3 minggu, artinya kucing bisa
saja tidak menunjukkan gejala sakit flu hingga 3 minggu sejak virus
menyerang. Selama 3 minggu tersebut kucing bisa saja menyebarkan virus,
meskipun tidak terlihat sakit.
Bagaimana tanda-tanda kucing terserang Flu ?
Gejala flu kucing mirip seperti flu pada manusia. Di awali dengan
bersin-bersin bekelanjutan, demam, nafsu makan berkurang atau hilang
sama sekali, lemah, lesu, diikuti dengan batuk, mata merah dan berair.
Tanda-tanda penyakit biasanya mulai berkurang setelah 7 hari dan kembali
ke kondisi semula dalam 2-3 minggu. Pada beberapa kasus, penyakit ini
dapat menyebabkan semacam sariawan pada mulut dan menyebabkan kucing
kesakitan bila makan.
Apakah Flu kucing menular pada manusia ?
Tidak. Virus flu pada kucing berbeda dengan virus flu yang menyerang manusia.
Apakah flu kucing dapat diobati ?
Sayangnya hingga saat ini belum ada obat untuk flu kucing. Segera temui
dokter hewan bila gejala penyakit ini terjadi pada kucing Anda.
Pemberian obat-obatan seperti antibiotik lebih bersifat mencegah infeksi
sekunder yang disebabkan oleh bakteri. Obat-obat lain yang diberikan
biasanya bertujuan untuk mengurangi gejala flu seperti menurunkan panas,
melegakan pernafasan dan menghilangkan lendir saluran pernafasan yang
berlebihan. Selebihnya sangat tergantung pada sistem kekebalan tubuh
kucing itu sendiri.
Pada kucing dengan kondisi dan gizi yang bagus, penyakit flu ini akan
sembuh sendiri dalam waktu 2-3 minggu. Meskipun kucing tidak mau makan,
usahakan ada makanan yang masuk ke dalam tubuh dengan cara disuapi, agar
kucing tersebut tetap mempunyai energi dan nutrisi yang baik untuk
memerangi virus flu.
Apakah Kucing yang terserang Flu dapat kembali sehat ?
Biasanya kucing yang terserang flu kembali sehat dalam beberapa minggu.
Pada beberapa kasus infeksi dan gejalanya berlangsung lebih lama, Kucing
terlihat selalu bersin-bersin dan pilek selama beberapa bulan. Hal ini
dapat menyebabkan kondisi kucing kurang baik dan mudah terserang
penyakit lain.
Perlukah diberi vitamin atau suplemen ?
Vitamin dan suplemen dapat membantu meningkatkan kondisi dan sistem
kekebalan tubuh kucing yang sedang sakit. Konsultasikan dengan dokter
hewan vitamin/suplemen yang cocok beserta dosisnya.
Apakah Vaksinasi dapat menyembuhkan kucing yang sakit flu ?
Vaksinasi lebih bersifat pencegahan.Vaksinasi rutin tidak 100 %
melindungi kucing dari penyakit. Pada kucing yang rutin divaksinasi,
meskipun terserang flu biasanya tidak parah dan lebih cepat sembuh.
Flu pada kucing
Vitamin untuk Kucing Kesayangan Anda
Vitamin untuk Kucing Kesayangan Anda
Vitamin adalah bagian penting dari makanan kucing esensial. Gizi yang
tepat sangat diperlukan agar kucing anda memiliki bulu yang sehat, mata
yang bersinar, dan berat badan yang ideal. Selain itu, tanpa makanan
yang tepat , kucing akan mengalami atrofi otot, fungsi kekebalan tubuh
menurun, dan rentan terhadap penyakit. Oleh sebab itu pemilik kucing
perlu memiliki pengetahuan tentang kebutuhan vitamin kucing dan makanan
tambahan apa yang perlu diberikan pada kucing kesayangannya, tentunya
dengan dosis dan proporsi yang tepat.
Suplemen sering kali diperlukan mengingat seringkali dalam pembuatan
makanan kucing tingkatan vitamin dan zar nutrisi lainnya dalam makanan
kucing lebih rendah dari kebutuhan kucing yang seharusnya. Terkadang
rendahnya vitamin dan zat gizi lainnya ini disebabkan karena proses
pembuatannya atau makanan kucing terlalu lamadisimpan, sehingga vitamin
mengalami degradasi dan levelnya menurun.
Secara umum, ada enam jenis utama nutrisi kucing yang diperlukan:
1. Protein hewani (terutama asam amino Taurin).
Paling tidak dua puluh lima persen dari asupan kalori kucing harus
berasal dari protein berbasis daging. (protein dari tanaman tidak
memberikan kecukupan dan kelengkapan asam amino yang perlu.) Pada kasus
dimana kucing kekurangan protein hewani, kucing akan memdegradasi otot
mereka sendiri, yang berakibat pada kelemahan dan berbagai masalah
kesehatan lainnya, termasuk cacat dan rendahnya kekebalan tubuh. Taurin
sangat penting bagi kucing karena tanpa asupan yang cukup dalam diet
kucing, kucing akan mengalami masalah jantung.
2. Vitamin yang larut dalam air (terutama niasin dan vitamin C)
Kucing tidak dapat membuat cukup niasin di dalam tubuhnya (catatan :
vitamin B dapat disintesis dari triptofan) i, sehingga niacin adalah
bagian penting dari kebutuhan vitamin kucing dan gizi kucing. Jika
makanan kucing tidak mengandung cukup niasin, kucing mungkin mengalami
kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, radang gusi, atau diare.
Vitamin C memainkan peran penting dalam nutrisi kucing karena diperlukan
untuk sintesis kolagen, yang merupakan jaringan paling umum di dalam
tubuh.
3. Vitamin yang larut dalam lemak (terutama vitamin A)
Makanan kucing yang baik harus mengandung cukup vitamin A, seringkali
tercantum pada kebutuhan vitamian dan suplemen kucing sebagai retinyl
palmitate. Vitamin A adalah bagian penting dari kebutuhan vitamin kucing
karena kekurangan vitamin A akan menyebabkan rabun senja, masalah kulit
dan bulu, serta terhambatnya pertumbuhan .
Catatan : vitamin yang larut dalam lemak tidak diekskresikan melalui
urin dan dapat mencapai tingkatberacun dalam tubuh bila diberikansecara
berlebihan berlebihan.
4. Lemak (arachidonic acid)
Arachidonic acid adalah asam lemak esensial yang hanya ditemukan di
lemak hewan. Makanan kucing harus mencakup asam arakidonat karena
membantu mengatur pertumbuhan kulit, bantu dalam pembekuan darah, dan
membantu mengoptimalkan sistem reproduksi dan pencernaan pada kucing.
5. Serat
Serat memainkan peran penting dalam gizi kucing; kekurangan serat dapat
menyebabkan kucing mengalami sembelit. Keuntungan tambahan dari serat
adalah bakteri pro-biotik bakteri dalam usus kucing memakan serat ini.
Mikroba ini membantu kucing anda dalam meningkatkan daya tahan tubuh
terhadap serangan penyakit saluran pencernakan dan bakteri pathogen .
6. Mineral
Makanan kucing yang baik harus mengandung mineral penting seperti
kalium, magnesium, seng, kalsium, besi, fosfor dan natrium klorida.
Mineral ini membantu kesehatan dan kekebalan kucing.
Catatan : Jangan memberikan vitamin secara berlebihan pada kucing anda .
Jika kucing diberi suplemen yang mengandung terlalu tinggi kalsium atau
magnesium, kucing anda akan mengalami infeksi saluran kemih. Ikan
secara alami mengandung kedua mineral ini dalam jumlah yang tinggi,
sehingga pemilik kucing harus membatasi jumlah ikan dalam diet kucing.
Selain itu, obat hairball berbasis minyak sebaiknya dihindari karena
dapat mengganggu nutrisi kucing dan penyerapan vitamin .
Jika anda menambahkan suplemen ke dalam makanan kucing anda
Cara termudah untuk manfaatkan keuntungan dan fungsi vitamin secara
maksimal adalah melalui pemberian supplemen yang sesuai dengan kebutuhan
kucing. Salah satu acuan yang dapat digunakan untuk kebutuhan nutrisi
kucing adalah standard yang dikeluarkan oleh : the Association of
American Feed Control Officials (AAFCO) for untuk kitten dan kucing
dewasa. Jika anda membeli makanan kucing perhatikanlah kandungan gizi,
kualitas dan nilai gizi keseluruhannya. Harga supplemen akan sangat
tergantung pada produsen, kisara harga normalnya antara Rp 5 ribu – Rp.
30 ribu. Perlu diingat bahwa kucing yang berbeda memiliki kebutuhan
vitamin yang berbeda pula, dan kebutuhannya akan sangat tergantung pada
usia. Dengan bertambahnya usia kucing, amaka kebutuhan gizi nya a akan
berubah juga. Pemilik kucing sebaiknya memberi makan kucing mereka
dengan makanan diet yang dirancang sesuai dengan ras kucing, usia, dan
tingkat aktivitas kucing.
Memahami kebutuhan vitamin kucing
Jika anda seorang pemilik kucing baru ataupun telah lama memelihara
kucing, anda perlu tahu cara menjaga agar kucing Anda tetap sehat.
Pencegahan merupakan kunci untuk dari keberhasilan panjang panjang anda
dalam memelihara kucing agar kucing anda tetap sehat dan dapat
berkembang biak dengan baik. Salah satu kunci keberhasilan tersebut
adalah memahami kebutuhan akan vitamin untuk kucing anda dan
memberikannya dalam dosis yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.
Kebutuhan harian vitamin yang dikombinasikan dengan diet seimbang, akan
dapat menjaga sistim kekebalan tubuh kucing, menjaga bulu kucing tetap
tebal dan mengkilap. Makanan kucing yang seimbang seharusnya dapat
mencukupi kebutuhan akan vitamin yang diperlukan. Seperti yang telah
dibahas sebelumnya dalam pengolahannya seringkali karena pemanasan dan
penyimpanan yang terlalu lama vitamin dalam makanan mengalami degradasi,
sehingga tingkatannya dalam makanan tidak mencukupi kebutuhan kucing
anda.
Pada dasarnya ada dua kelompok suplemen yang diperlukan oleh kucing:
yaitu vitamin yang terlarut dalam lemak dan yang terlaur dalam air.
Vitamin yang terlarut dalam air adalah Vitamin C dan vitamin B kompleks
seperti thiamin dan niacin. Jika kucing Anda tidak mendapatkan kucing
dalam jumlah yang cukup vitamin ini, kucing anda akan mengalami
mengalami kondisi tertentu seperti memperlambat penyembuhan, kerentanan
terhadap penyakit, kehilangan refleks saraf dan fungsi serta kelemahan
umum pada anggota badan. Vitamin C bahkan mencegah infeksi saluran
kemih. Thiamin suplemen penting jika Anda memberi makan kucing Anda ikan
mentah dalam jumlah besar sebab jika anda melakukan ini seringkali
kucing anda kekurangan Tiamin.
Karena vitamin yang larut dalam lemak disimpan dalam jaringan lemak
kucing, penting untuk diketahui bahwa Anda tidak memberikannya secara
berlebihan. Satu vitamin yang larut dalam lemak adalah lemak vitamin A,
yang mencegah kebutaan dan menjada agar pertumbuhan kucing anda normal,
pertumbuhan kulit dan bulu yang sehar dan normal.
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rakhitis sementara Vitamin E
sangat penting dalam kesehatan reproduksi. Vimain lain yang larut dalam
lemah adalah Vitamin K, yang membantu mempercepat pembekuan darah jika
luka dan mencegah pendarahan /hemorraging.
Vitamin yang telah disebutkan di atas biasanya dapat disupply dari
sayuran dan buah-buahan. Namun, pada umumnya makanan kucing yang biasa
mungkin tidak dapat memberikan dosis yang cukup untuk memenuhi kebutuhan
vitamin kucing.
Karena gizi pada kucing sangat kompleks dan bergantung pada mereka jenis
kucing yang anda miliki, serta nya usia dan berat badan, Anda harus
selalu berkonsultasi dengan seorang ahli untuk memberikan jumlah yang
tepat untuk suplemen makanan untuk kucing Anda. Tentunya Kucing Anda
akan sangat berterima kasih terhadap anda jika anda memberikan makanan
yang memenuhi kebutuhan gizi kucing dan tentunya terhadap kasih sayang
yang anda curahkan kepada kucing kesayangan anda.
Sumber bacaan : http://www.helium*com
Cara Memilih Cat Food
Cara Memilih Cat Food
- Memperhitungkan faktor² (usia kucing,berat badan,catatan kesehatan,budget)
- Melihat ingredients (pastikan bahan pertama pd komposisi catfood adlh daging/meat dan bkn by-product atopun sereal)
- Menghindari catfood yg berbahan corn,soy,wheat,dll ... kucing adlh
hewan karnivora,yg mrka butuhkan adlh protein hewani dan bkn karbohidrat
- Memperhatikan efek catfood tsbt pd kucing kurang lebih 1 bulan ... klo ga cocok switch ke merk laen ...
Makanan
memegang peranan yang sangat penting terhadap pertumbuhan dan kesehatan
kucing kita. Makanan terbaik adalah makanan yang memenuhi semua
kebutuhan nutrisi bagi tubuhnya, dan sedekat mungkin dengan makanan yang
diberikan oleh alam kepada mereka. Untuk mengetahui apakah makanan yang
kita berikan sudah cukup baik, kita dituntut untuk belajar dan
mengetahui nutrisi apakah yang dibutuhkan oleh tubuh dan sekaligus juga
apa yang berbahaya buat mereka.
Faktor pertama yang patut jadi pertimbangan kita dalam memilih
makanan adalah bahan dasar. Kucing adalah binatang karnivora murni,
artinya kebutuhan makanannya semuanya didapat dari daging. Kebutuhan
akan protein nabati didapat secara tidak langsung dari mangsanya,
misalnya dari tumbuhan yang masih belum habis dicerna dalam usus seekor
tikus. Makanan terbaik bagi kucing adalah makanan yang alami, yang bisa
kita penuhi dengan membuat sendiri dari daging (ikan, ayam, kalkun, dsb)
dengan tambahan vitamin. Akan tetapi sering kita dihadapkan dengan
kendala waktu dan tenaga yang terbatas. Selain itu home made cat food
tidak bisa disimpan terlalu lama yang akan mengakibatkan rusaknya
nutrisi dan resiko terinfeksi bakteri.
Untuk memberi commercial cat food (makanan pabrik), wajib kita sadari
bahwa tidak semua cat food terbuat dari bahan dasar (daging) yang aman
untuk kucing. Apabila didalam kemasannya tidak dicantumkan terbuat dari
human grade meat (daging yang aman dikonsumsi manusia), maka kita patut
curiga bahwa ada kemungkinan dagingnya adalah by product (sisa-sisa
tubuh dari rumah pemotongan hewan), atau bahkan juga daging kucing atau
anjing yang mati di euthanasia!! Sangat disarankan untuk memilih makanan
yang mencantumkan dan menjamin bahwa productnya mengandung bahan2
alami.
Faktor kedua, kucing membutuhkan makanan dengan kadar air yang
tinggi. Di alam, kucing memangsa binatang yang didalam tubuhnya 70%
terdiri dari air. Oleh sebab itu kucing yang makan makanan alami akan
kurang kebutuhannya akan minum. Kucing yang diberi makan dry food
(kibles) dan kurang diimbangi dengan minum air yang banyak akan membuat
kerja ginjal menjadi berlebih. Masalah yang sering timbul kemudian
adalah urinary tract disorder atau yang sering dikenal dengan istilah
kencing batu, yaitu dengan gejala kucing sulit kencing, kencing
berdarah, kencing diluar litter box, kucing sering menjilati area
genitalnya karena merasa sakit/tidak nyaman. Jadi kalau memungkinkan
berilah kucing makanan basah, dibanding dengan dry food. Dry food juga
mengandung kadar karbohidrat yang tinggi yang sebenarnya tidak
dibutuhkan oleh kucing. Tidak seperti manusia, kucing membutuhkan
energinya dari protein dan lemak, dan sangat rendah kebutuhan akan
karbohidrat. Jadi commercial cat food terbaik adalah grain free (tidak
mengandung biji-bijian) dan mengandung tidak lebih dari 5% kadar
karbohidrat!
Faktor ketiga, hindari memberikan makanan dengan bahan-bahan
pengawet yang berbahaya seperti Butylated Hydroxyanisole (BHA),
Butylated Hydroxytoluene (BHT), propyl gallate, propylene glycol, dan
ethoxyquin. Bahan-bahan tersebut dicurigai dapat mengakibatkan kanker
pada binatang peliharaan. Sebaliknya, pilihlah makanan dengan kandungan
vitamin C dan vitamin E.
Membasmi Ear Mites

Teman, pernahkah anda mengalami kasus dimana kucing anda suka menggaruk
belakang telinga sambil geleng2 kepala atau malah sambil berlarian
seperti gila? Dalam jangka waktu tertentu mungkin anda akan melihat
kucing anda jadi botak. Pernahkah anda cek kedalam lubang telinga kucing
anda dan anda temui telinganya kotor sekali?
Pernahkah anda menyangka bahwa mungkin sekali binatang seperti di foto sebelah ini adalah penyebabnya?
Ear mite biasanya hidup didalam kanal telinga, tapi bisa juga
menyeberang ke tubuh terutama pada daerah wajah, kaki, leher dan pangkal
ekor. Binatang ini dengan sangat mudahnya pindah dari satu kucing ke
kucing yang lain atau juga ke anjing.
Apabila dibiarkan berkelanjutan, ear mite bisa menyebabkan infeksi
bakteri dan mungkin harus di obati dengan treatment antibiotik oleh drh.
Pengobatan:
1. Ivermectin; 1cc ivomec 1% pada setiap telinga
2. Frontline; 1 tetes pada setiap telinga
3. Revolution; Digunakan dua minggu sekali pada waktu mandi
4. Boric acid powder; Ditaburkan ke dalam lubang telinga, akan membuat ear mite menjadi mati karena dehidrasi.
SUMBER: KUNAMON CATTERY
Mengatasi Kucing Tidak Mau Makan
Mengatasi Kucing Tidak Mau Makan
Berbeda dengan anjing atau hewan lain, sangat berbahaya bagi kucing bila tidak makan satu hari saja. Pada hewan yang tidak makan, energi untuk berbagai proses fisiologi tubuh tetap tersedia dari pembakaran lemak yang disimpan di jaringan tubuh. Tetapi proses pembakaran lemak menjadi energi pada tubuh kucing sangat tidak efisien. Pada saat pembakaran lemak tersebut, ada semacam perubahan metabolisme pada kucing yang menyebabkan kerusakan jaringan organ hati yang disebut hepatik lipidosis Banyak sekali penyebab kucing tidak mau makan. Paling sederhana bisa saja karena kucing sedang bosan dengan makanan yang biasa diberikan. Penyebab lain yang lebih parah dan ditakuti yaitu sakit. Nafsu makan pada kucing sakit akan berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Tindakan yang terbaik bila kucing tidak mau makan, segera temui dokter hewan dan konsultasikan masalah kucing anda. Untuk sementara beberapa tindakan sederhana berikut dapat dilakukan untuk mengatasi nafsu makan yang hilang, tetapi bila terus berlanjut segera bawa kucing anda ke dokter hewan. Pancing nafsu makan Kadang-kadang kucing agak sedikit malas-malasan dan manja. Coba sodorkan makanan (piring makanan) ke depan hidungnya atau masukkan sedikit makanan ke dalam mulutnya dan lihat apakah nafsu makannya terbangkitkan. Cara ini bisa dicoba beberapa kali, bila tidak berhasil juga gunakan cara berikutnya. Campur & ganti makanan Seperti manusia, kucing pun bisa bosan terhadap makanan yang sama setiap hari. Beberapa makanan kucing komersial yang kering (berbentuk biskuit kecil) memang kurang memiliki bau dan rasa yang membangkitkan selera. Hal ini bisa dicoba diatasi dengan memberikan makanan basah atau makanan kalengan yang memang memiliki aroma dan rasa yang lebih kuat. Bila kucing mau makan makanan basah tersebut, coba campurkan makanan kering dengan makanan basah. Makanan kalengan (basah) sebaiknya tidak diberikan setiap hari untuk jangka panjang karena selain nutrisinya tidak mencukupi juga dapat mempercepat pembentukan plak atau karang gigi. Berbagai produk makanan kalengan untuk kucing banyak tersedia di pasaran/ petshop, dari yang murah hingga yang mahal. Perhatikan pula kandungan dari tiap merek makanan. Makanan yang sering dijumpai seperti whiskas & friskies biasanya cukup untuk merangsang nafsu makan. Bila ingin lebih baik dapat diberikan makanan dengan merek Science Diet (Hills) atau bila ingin lebih baik bisa diberikan makanan khusus “Science Diet a/d” (Science Diet Prescription a/d). Selain rasa dan aroma yang lebih merangsang, nutrisi “Science Diet a/d” juga lebih baik & lebih lengkap. Perlu diingat makanan khusus “Science Diet a/d” hanya untuk diberikan sekali-sekali, bukan untuk makanan setiap hari. Suapi kucing Menyuapi kucing bisa dengan tangan, sendok kecil atau lebih mudah menggunakan syringe (spoit/suntikan) tanpa jarum. Makanan yang diberikan adalah makanan basah. Makanan basah ini bisa berupa : * makanan kalengan * makanan kering yang direndam air hangat dahulu, kemudian setelah lunak dihancurkan dengan sendok atau blender * campuran makanan kalengan dengan makanan kering yang sudah dihancurkan suapi kucing sambil sesekali sodorkan makanan pada prirng makannya untuk melihat apakah kucing sudah mau makan sendiri. Hati-hati bila menyuapi dengan menggunakan syringe. Pegang kepala atau telinga kucing, masukkan syringe berisi makanan cair dari samping (ujung samping mulut), tekan syringe pelan-pelan agar kucing bisa mengunyah dan menelan makanan dengan baik. Syringe berisi makanan jangan disemprotkan kedalam mulut kucing karena bisa menyebabkan kucing tersedak makanan. Beri vitamin & perangsang nafsu makan Beberapa suplemen atau vitamin dapat diberikan sebagai perangsang nafsu makan. Vitamin yang paling sederhana dan mudah di dapat biasanya vitamin B kompleks. Vitamin ini dapat diberikan dalam bentuk tablet atau sirup. Suplemen lain yang dapat diberikan adalah asam amino lisin (Lysine). Selain dapat merangsang nafsu makan, lisin juga dapat mengganggu replikasi/perkembangan virus herpes penyebab penyakit Feline Rhinotracheitis (Flu Kucing). Carilah suplemen & vitamin ini di apotik terdekat. Biasanya lisin dan B kompleks banyak tersedia sebagai suplemen untuk anak-anak, seperti Biolysin® Syrup, Lysmin ® (mengandung lisin & B kompleks), Becombion® syrup (B kompleks). Biasakan memberi vitamin bersamaan atau beberapa menit setelah makan. Apalagi pada kucing yang tidak makan seharian, pemberian suplemen yang tidak didahului pemberian makanan dapat mengiritasi lambung dan menyebabkan muntah. Konsultasikan cara pemberian dan dosis suplemen ini dengan dokter hewan langganan anda. Pemberian suplemen seperti lisin dan B kompleks baru akan berpengaruh meningkatkan nafsu makan beberapa hari setelah diberikan terus menerus setiap hari. Bila ingin yang berpengaruh lebih cepat (instan), hubungi dokter hewan langganan anda dan mintalah obat perangsang nafsu makan (appetite stimulant) seperti diazepam (valium dosis 0.05-0.2 mg/kg IV sid-qod atau 0.5 - 1 mg PO sid *). Diazepam adalah obat keras yang dapat mempengaruhi pusat rasa lapar di otak. Reaksi obat ini cukup cepat sekitar 10-15 menit setelah diberikan secara oral. Oleh karena itu segera sediakan makanan di dekat kucing agar ia dapat segera makan begitu obat bereaksi. Karena adanya efek ketagihan (adiktif) sebaiknya diazepam tidak diberikan lebih dari 2 kali berturut-turut. Tube feeding Tube feeding adalah pemberian makan langsung ke dalam perut melalui selang. Biasanya dilakukan oleh dokter hewan pada hewan yang sakit yang tidak dapat mengunyah dan menelan makanan sedikit pun. Tube feeding ini juga sering dilakukan pada anak kucing yang tidak disusui induknya dan tidak dapat menyedot susu dari dot. Sumber : http://www.kucingkita.com/ |
|
|
|
Mengapa Saya Tidak Memberikan Imboost, Stimuno & Inmunair Pada Kucing Yang Sedang Sakit/Sakit Parah drh. Neno WS, 2009
Mau tahu alasannya ? kita lihat uraian berikut….
Tentang Produk Imunostimulan Manusia
Setidaknya ada sekitar 15 brand imunostimulan yg ada di Indonesia (bisa
lihat di MIMS atau ISO terbaru). Merk yang cukup terkenal & sering
digunakan adalah imboost & stimuno Kandungan utama sebagian besar
imunostimulan adalah Echinacea. Beberapa brand menggunakan kombinasi
bahan tambahan seperti vitamin, ekstrak meniran, ekstrak mengkudu,
ekstrak berry, bahkan ada yg menambahkan ekstrak jamur kayu yang
dipercaya mempunyai efek penyembuhan.
Ada beberapa spesies Echinacea, ekstrak yg digunakan bisa berasal dari
akar, batang atau, daun atau bunga. Masing-masing spesies 7 & bahan
mempunyai kandungan yang berbeda.
Tentang kandungan & cara kerja
Bagaimana kerja Echinacea meningkatkan kekebalan tubuh, masih belum
banyak diketahui secara spesifik. Sebagian besar jurnal penelitian belum
memberikan informasi yg lengkap.
Karakteristik kandungan sebagian besar produk imunostimulan adalah
lipopolisakarida dan zat-zat lain yang sama-sama merupakan zat berukuran
bermolekul besar. Kebanyakan zat bermolekul besar akan dianggap sebagai
benda asing/alergen bila dimasukan ke dalam tubuh. Akibatnya system
kekebalan tubuh akan bereaksi terhadap benda asing tersebut. Sistem
kekebalan menjadi aktif dan memproduksi berbagai zat & antibodi
untuk menyingkirkan benda asing. Pemberian terus menerus dapat melatih
& memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi.
Efek pemberian jangka panjang belum banyak diketahui. Beberapa zat
seperti ekstrak meniran dapat menyebabkan ganguan ginjal dan tidak boleh
digunakan pada wanita hamil.
Ilustrasi sederhana mengenai cara kerja imunostimulan adalah, kerjanya
“menampar” sistem kekebalan tubuh secara pelan-pelan sehingga tetap
bangun dan aktif. Efek jangka panjangnya ?... bayangkan saja bagaimana
bila anda “ditampar” untuk tujuan baik, secara pelan-pelan dan terus
menerus. Awalnya mungkin sedikit terganggu, kemudian mulai terbiasa
(karena sadar hal tersebut untuk tujuan baik), lama-lama pasti kesal dan
memberikan reaksi negatif.
Begitu juga dengan sistem kekebalan. Awalnya akan kaget dan bangun,
bereaksi memproduksi antibodi & zat lainnya. Lama-lama akan terbiasa
dan memproduksi zat-zat tersebut secara konstan pada konsentrasi yang
lebih rendah dari awal. Bila hal ini terus berlangsung, akan terjadi
penumpukan zat-zat tersebut. Sialnya, kebanyakan zat-zat tersebut adalah
juga molekul berukuran besar. Sekali lagi, zat bermolekul besar sering
dianggap benda asing/alergen oleh tubuh. Akibatnya tubuh akan menganggap
zat-zat kekebalan tubuh yang diproduksi sendiri tersebut sebagai benda
asing....dan kemudian akan memproduksi zat-zat kekebalan tubuh lain
untuk melawan zat-zat kekebalan tubuh yang sudah diproduksi sebelumnya.
Dalam dunia kedokteran & kesehatan kondisi di atas sering disebut
Autoimun. Dengan kata lain tubuh berusaha menghancurkan diri sendiri (ga
kompak, kacau deh).
Tentang Produk Imunostimulan Untuk Hewan (Inmunair)
Berdasarkan informasi dari websitenya, Inmunair mengandung
propionilbacterium acnes non aktif, Lipopolisakarida E.coli, Thiomersal
dan bahan tambahan lain.
Inmunair diperuntukkan bagi hewan ternak ayam (pedaging) dan tidak terdapat pada kategori produk untuk pet (http://www.calier.es/eng/productos.html).
Saya belum mendapatkan informasi/alasan kuat disertai hasil penelitian,
mengapa produk ini bisa digunakan di hewan kesayangan (anjing &
kucing).
Tentang kandungan Inmunair & cara kerja
Sel Propionilbacterium acnes non aktif : Bakteri ini adalah bakteri yang
pertumbuhannya lambat dan sering terdapat pada jerawat manusia. Bakteri
yg sudah dimatikan yang digunakan dalam inmunair, fungsinya sama
seperti echinacea. Bertindak sebagai zat bermolekul besar dan benda
asing bagi tubuh.
Lipopolisakarida E. Coli : Bagian dari bakteri E. Coli. Merupakan zat
bermolekul besar. Fungsinya sama seperti echinacea &
propionilbacterium non aktif, yaitu bertindak sebagai benda
asing/alergen bagi tubuh.
Thiomersal : sering disebut juga thimerosal atau sodium
ethylmercurithiosalicylate. Merupakan molekul organik yang mengandung
merkuri, sering digunakan sebagai antiseptik & adjuvant (pelarut
untuk meningkatkan efek vaksin) vaksin manusia. Penggunaan zat ini
sebagai adjuvant masih bersifat kontroversi karena diduga menyebabkan
autis pada anak-anak. Selain itu zat ini berbahaya/toksik pada manusia
bila diberikan secara oral atau topikal pada mukosa & saluran
pernafasan (info dari wikipedia). Saya belum mendapat informasi mengenai
efeknya bila diberikan oral pada hewan peliharaan seperti anjing dan
kucing.
Mengapa saya tidak memberikan Imunostimulan/imuno modulator pada anjing & kucing yang sedang sakit/sakit parah.
Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari berbagai jurnal penelitian
mengenai zat yang terkandung dalam produk-produk di atas, ditambah
logika / pemikiran pribadi, saya memutuskan untuk tidak memberikan
produk imunostimulan pada anjing & kucing yg sedang sakit atau sakit
parah, apalagi bila penyakitnya disebabkan virus. Alasannya ada di
uraian berikut....
pada saat sakit/awal penyakit (terutama yg disebabkan oleh virus)
sebagian besar metabolisme energi aerob (pakai oksigen) tubuh diambil
alih oleh mikroorganisme (virus, bakteri, dll). Tubuh Cuma kebagian
metabolisme energi yang anaerob dan sebagian kecil yg aerob. Akibatnya
produksi energi berkurang drastis karena metabolisme yg anaerob hanya
memproduksi energi maksimal 60 % dari yang normal (aerob). Selain itu
hasil sampingannya berupa asam laktat juga melimpah. Asam laktat adalah
bukti metabolisme energi tidak sempurna/maksimal. Asam laktat
menyebabkan tubuh/otot terasa sakit/pegal-pegal. Contoh hal ini terlihat
ketika kita mulai terserang flu, badan terasa lemas (karena kurang
energi à metabolisme anaerob) dan pegal-pegal.
Reaksi-reaksi kekebalan tubuh memerlukan energi yang banyak. Bagaimana
mungkin bisa membuat zat kekebalan dan melawan infeksi, bila sebagian
besar generator energi diambil alih oleh penyakit (bakteri, virus dll).
Oleh karena itu kita perlu memberikan asupan energi yang mudah dicerna
seperti ATP dan atau karbohidrat sederhana yang mudah menghasilkan
energi seperti madu, fruktosa, dll. Ada jalur metabolisme energi singkat
yang merubah karbohidrat langsung menjadi oksidator/pembasmi penyakit
tanpa melalui jalur norma/siklus Krebs. Hal ini tidak diajarkan
diperkuliahan kedokteran manapun ( Trus... tau dari mana, dong?.......)
Pada saat fase awal pemberian, produk imunostimulan yang ada sekarang
ini (stimuno, inmunair, imboost, dll) menyebabkan imunosupresi (info
dari jurnal hasil penelitian). Dengan kata lain menyebabkan penurunan
kekebalan tubuh. Bukannya meringankan penyakit, malah memperberat beban
tubuh. Coba bayangkan beban tubuh yang sudah kekurangan energi akibat
generator energi diambil alih penyakit, ditambah pemberian imunostimulan
yang bekerja menjadi alergen/benda asing (mirip dengan penyakit) dan
memaksa sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap imunostimulan,
sementara sistem kekebalan tubuh juga masih harus melawan penyakit.
Secara sederhana, pada saat sakit & kekurangan energi, sistem
kekebalan tubuh hanya bekerja melawan penyakit. Bila diberi
imunostimulan, pekerjaan sistem kekebalan tubuh bertambah karena harus
juga memproduksi zat kekebalan tubuh sebagai reaksi terhadap
imunostimulan.
Fase berikutnya dari pemberian imunostimulan adalah peningkatan zat-zat
kekebalan tubuh yang bisa membantu melawan penyakit. Pada manusia ini
terjadi sekitar 1-2 minggu setelah pemberian terus menerus. Fase kedua
sangat tergantung degan kondisi tubuh orang/hewan yang sakit. Bila
kondisi hewan/infeksi sudah berat, fase kedua ini kemungkinan besar
tidak akan pernah terjadi.
Pada kasus infeksi virus seperti panleukopenia, calici &
rhinotracheitis, kita berlomba dengan virus dan waktu. Secepat mungkin
mensupport kucing agar mampu melawan virus. Biasanya dalam waktu sekitar
1 minggu sudah mulai terlihat virus sudah bisa dilawan atau tidak.
Setelah kondisi mulai membaik sekitar 1.5- 2 minggu, tubuh mulai punya
cukup energi untuk menjalankan berbagai metabolisme dan bisa menjalankan
sistem kekebalan tubuh yang “seperti normal” barulah berbagai produk
imunostimulan bisa diberikan untuk mempercepat dan menuntaskan
persembuhan. Dengan syarat harus bisa menjamin masuknya nutrisi dan
energi yang cukup bagi kucing.
Pada kasus virus yang menyerang langsung sistem kekebalan tubuh, atau
membuat sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi sempurna, seperti Feline
Leukemia (FLV), Feline Infectious Peritonitis (FIP) dan AIDS kucing
(Feline Immunodeficiency Virus/FIV), pemberian produk-produk
imunostimulan/ imunomodulator di atas kelihatannya akan semakin
memperparah kondisi kucing. Penyakit-penyakit ini agak sulit didiagnosa
dan sering salah didiagnosa oleh para dokter hewan seluruh dunia
(termasuk saya... ...)
Menangani kucing diare
- Upayakan memberikan cairan pengganti jika kucing diare ...
campurkan sesendok gula pasir dan sedikit garam dalam segelas air hangat
(pengganti Oralit) ... berikan sedikit demi sedikit tapi sering, hal
ini dilakukan untuk mengganti cairan yang hilang dari dalam tubuh
- Untuk kitten, sebaiknya dipuasakan selama 1/2 hari
sedangkan untuk kucing dewasa dipuasakan selama 1 hari
(minum tetep diberikan)
- Dapat juga diberikan obat anti diare seperti Diatab, Guanistrep, Norit, dll ... tentunya dengan dosis yang dianjurkan
- Setelah puasa, jangan langsung memberikan makanan kering ... sebaiknya
beri makanan basah (wet food) dulu ... atw kalo ngg dry food nya
dilembekin
- Jika dalam 24 jam tidak membaik, segera hubungi dokter hewan





