Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT KUCING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENYAKIT KUCING. Tampilkan semua postingan
Post Icon

Fading Kitten Syndrome

Pernah mendengar istilah ini? Fading kitten syndrome adalah kasus-kasus kematian anak-anak kucing yang terjadi setelah beberapa hari mereka dilahirkan. Pada umumnya awalnya anak-anak kucing ini dilahirkan secara sehat, mau menyusu dan gemuk. Pada usia 2 - 5 hari kemudian anak kucing yang sehat ini tiba-tiba tidak lagi mau menyusu, menangis terus dan tiba-tiba saja mati seperti tanpa sebab yang jelas.

Penyebab dari fading kitten syndrome ini ada dua macam, yang pertama adalah karena adanya perbedaan golongan darah antara ibu dan anaknya dimana kemudian antibodi dari susu induknya akan merusak sel darah anak (baca Blood Type pada kucing), sedangkan yang kedua adalah karena adanya infeksi bakteri streptococcal canis yang lebih dikenal dengan nama G Strep yang ditularkan oleh induk kepada anak. Penularan bakteri ini terutama melalui mulut atau melalui tali plasenta.

Pada kucing dewasa, bakteri G Strep ini normal ditemukan dan tidak membahayakan. Akan tetapi pada bayi kucing yang baru lahir G Strep ini adalah pembunuh yang berbahaya! Tuhan memberikan insting yang kuat pada induk kucing. Apabila induk kucing menolak untuk merawat atau menyusui anak yang baru dilahirkannya, berarti ada hal yang tidak beres pada anaknya yang harus kita cermati!!

Bagaimanakah pencegahannya? Untuk kasus blood type incompatibility tentu saja agak susah untuk mengetahui apakah terjadi perbedaan golongan darah antara anak dan induk tanpa tes darah terlebih dahulu. Sayangnya tes darah tersebut juga belum bisa dilakukan di Indonesia. Sedangkan untuk kasus G Strep, prosedur yang diterapkan oleh para breeder dan veterinarian berikut ini terbukti banyak mengurangi jumlah kematian yang diakibatkan oleh bakteri tersebut.

1. Segera setelah dipotong, umbilical cord (tali plasenta) segera direndam dalam cairan iodine tincture 2%

2. Bayi kucing yang baru lahir disuntik dengan penicilin (1 shot) dengan dosis 0.25ml produk 150,000 IU benzathine dan procaine penicillin G yang dilarutkan (dilution) dalam 0.9% steril saline solution. Sedangkan untuk induknya disuntik dengan produk yang sama dengan dosis 1ml tanpa dilution.

SUMBER: KUNAMON CATTERY

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Cara Membasmi Kutu/Pinjal Kucing

Pengetahuan mengenai siklus hidup pinjal perlu kita ketahui agar mengerti cara membasmi pinjal dengan tuntas¦ tasâ¦. tasss..!. Berdasarkan pola siklus hidupnya, kita dapat mengetahui bahwa tidak ada pengobatan atau cara membasmi pinjal yang hanya cukup dilakukan sekali saja.

Sebagian besar obat pembasmi pinjal hanya membunuh pinjal dewasa, tidak membunuh telurnya. Oleh karena itu bila pengobatan tidak diulang, telur yang menetas dan menjadi pinjal dewasa akan kembali menggigit kucing serta menelurkan kembali beberapa ratus telur pinjal.

Berikut ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk membasmi pinjal :

Suntikan Ivermectin
Banyak orang salah kaprah menyebut suntikan ivermectin adalah suntikan anti jamur. Sebenarnya ivermectin tidak dapat membasmi jamur. Ivermectin dapat dipergunakan untuk membasmi cacing dan ektoparasit seperti kutu (pinjal, caplak dan tungau). Sepertihalnya obat lain, ivermectin hanya membunuh cacing/kutu dewasa, tidak membunuh telurnya. Oleh karena itu diperlukan setidaknya 3 kali suntikan ivermectin dengan jarak 3-4 minggu. Injeksi ivermectin harus dilakukan dengan hati-hati pada kucing umur kurang dari 4 bulan *. Suntikan ivermectin tidak dianjurkan pada anak kucing berumur kurang dari 2 bulan, karena dapat menyebabkan keracunan dan mengganggu perkembangan ginjal.
Untuk pencegahan cacing & kutu pada kucing dewasa, suntikan ivermectin dapat dilakukan 2-4 kali setiap tahunnya.

Obat Tetes & Spray
Ada banyak obat tetes & spray anti kutu yang di jual di petshop-petshop, seperti Accurate â„¢ dan Frontline â„¢. Perhatikan aturan pakai setiap obat, biasanya obat-obatan tersebut tidak dianjurkan digunakan pada kucing dibawah umur 2 bulan.

Obat tetes biasanya diteteskan di kulit pangkal kepala di bagian belakang, dimana kucing tidak bisa menjilat bagian tersebut. Obat tetes Frontline cukup efektif membasmi kutu/pinjal selama 1 bulan. Agar tuntas sebaiknya diulang 1 bulan kemudian.

Untuk pencegahan, pemberian obat tetes dapat dilakukan 2-3 kali setahun


Shampoo anti kutu
Shampoo anti kutu cocok digunakan pada anak kucing berumur kurang dari dua bulan yang belum dapat diobati anti kutu lainnya. Beberapa pemilik kucing dewasa juga lebih menyukai cara ini karena selain dapat membasmi kutu/pinjal, juga membuat kucing lebih bersih. Pada saat memandikan, sebaiknya shampoo digunakan dua kali. Basahi rambut kucing secara merata, tambahkan shampoo secara merata, bersihkan dan bilas dengan air (air hangat). Kemudian setelah bersih tambahkan kembali shampoo, ratakan, biarkan + 5-10 menit baru kemudian dibersihkan. Setelah bersih keringkan dengan handuk dan hairdryer. Agar tuntas sebaiknya mandi shampoo anti kutu diulang dua minggu kemudian. Setelah itu, untuk tujuan pencegahan, pemberian shampoo dapat dilakukan 1 bulan sekali.

Pada kasus parah disertai komplikasi, diperlukan kombinasi beberapa cara sekaligus. Dan yang tidak kalah penting adalah membersihkan kandang, lantai dan tempat tidur kucing. Karena telur kutu bisa saja terdapat di sela-sela kandang, retakan lantai atau alas tidur kucing.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Flu pada kucing

Penyakit flu sering terjadi pada kucing, terutama pada kucing yang belum divaksinasi dan mudah sekali menular kepada kucing lain. Penyakit ini jarang menyebabkan kematian pada kucing dewasa tetapi dapat berakibat fatal bila menyerang anak kucing. Meskipun pada kucing dewasa jarang berakibat fatal, gejala-gejala penyakit seperti pilek dan bersin-bersin dapat berlangsung cukup lama. Oleh karena itu pencegahan dengan vaksinasi rutin merupakan tindakan terbaik.

Apakah Flu Kucing itu?


Flu kucing adalah penyakit pada kucing yang biasanya disebabkan oleh infeksi satu atau kombinasi beberapa virus (virus herpes dan virus calici) dan bakteri.

Bagaimana cara penularan Penyakit ini ?

Sepertihalnya penyakit flu pada manusia, flu kucing juga menyebar melalui air liur,cairan bersin/droplet yang mengandung virus. Droplet ini tersebar melalui bersin, kontak langsung atau tidak langsung melalui peralatan (tempat makanan, minuman, kandang,dll) yang tercemar virus. Kontak tidak langsung juga dapat terjadi melalui sentuhan manusia, oleh karena itu cucilah tangan dengan sabun/antiseptik setelah memegang kucing sakit agar tidak menulari kucing lain.

Masa inkubasi penyakit ini dapat mencapai 3 minggu, artinya kucing bisa saja tidak menunjukkan gejala sakit flu hingga 3 minggu sejak virus menyerang. Selama 3 minggu tersebut kucing bisa saja menyebarkan virus, meskipun tidak terlihat sakit.

Bagaimana tanda-tanda kucing terserang Flu ?

Gejala flu kucing mirip seperti flu pada manusia. Di awali dengan bersin-bersin bekelanjutan, demam, nafsu makan berkurang atau hilang sama sekali, lemah, lesu, diikuti dengan batuk, mata merah dan berair. Tanda-tanda penyakit biasanya mulai berkurang setelah 7 hari dan kembali ke kondisi semula dalam 2-3 minggu. Pada beberapa kasus, penyakit ini dapat menyebabkan semacam sariawan pada mulut dan menyebabkan kucing kesakitan bila makan.

Apakah Flu kucing menular pada manusia ?

Tidak. Virus flu pada kucing berbeda dengan virus flu yang menyerang manusia.

Apakah flu kucing dapat diobati ?

Sayangnya hingga saat ini belum ada obat untuk flu kucing. Segera temui dokter hewan bila gejala penyakit ini terjadi pada kucing Anda. Pemberian obat-obatan seperti antibiotik lebih bersifat mencegah infeksi sekunder yang disebabkan oleh bakteri. Obat-obat lain yang diberikan biasanya bertujuan untuk mengurangi gejala flu seperti menurunkan panas, melegakan pernafasan dan menghilangkan lendir saluran pernafasan yang berlebihan. Selebihnya sangat tergantung pada sistem kekebalan tubuh kucing itu sendiri.

Pada kucing dengan kondisi dan gizi yang bagus, penyakit flu ini akan sembuh sendiri dalam waktu 2-3 minggu. Meskipun kucing tidak mau makan, usahakan ada makanan yang masuk ke dalam tubuh dengan cara disuapi, agar kucing tersebut tetap mempunyai energi dan nutrisi yang baik untuk memerangi virus flu.

Apakah Kucing yang terserang Flu dapat kembali sehat ?

Biasanya kucing yang terserang flu kembali sehat dalam beberapa minggu. Pada beberapa kasus infeksi dan gejalanya berlangsung lebih lama, Kucing terlihat selalu bersin-bersin dan pilek selama beberapa bulan. Hal ini dapat menyebabkan kondisi kucing kurang baik dan mudah terserang penyakit lain.

Perlukah diberi vitamin atau suplemen ?

Vitamin dan suplemen dapat membantu meningkatkan kondisi dan sistem kekebalan tubuh kucing yang sedang sakit. Konsultasikan dengan dokter hewan vitamin/suplemen yang cocok beserta dosisnya.

Apakah Vaksinasi dapat menyembuhkan kucing yang sakit flu ?


Vaksinasi lebih bersifat pencegahan.Vaksinasi rutin tidak 100 % melindungi kucing dari penyakit. Pada kucing yang rutin divaksinasi, meskipun terserang flu biasanya tidak parah dan lebih cepat sembuh.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Membasmi Ear Mites



Teman, pernahkah anda mengalami kasus dimana kucing anda suka menggaruk belakang telinga sambil geleng2 kepala atau malah sambil berlarian seperti gila? Dalam jangka waktu tertentu mungkin anda akan melihat kucing anda jadi botak. Pernahkah anda cek kedalam lubang telinga kucing anda dan anda temui telinganya kotor sekali?
Pernahkah anda menyangka bahwa mungkin sekali binatang seperti di foto sebelah ini adalah penyebabnya?
Ear mite biasanya hidup didalam kanal telinga, tapi bisa juga menyeberang ke tubuh terutama pada daerah wajah, kaki, leher dan pangkal ekor. Binatang ini dengan sangat mudahnya pindah dari satu kucing ke kucing yang lain atau juga ke anjing.
Apabila dibiarkan berkelanjutan, ear mite bisa menyebabkan infeksi bakteri dan mungkin harus di obati dengan treatment antibiotik oleh drh.
Pengobatan:
1. Ivermectin; 1cc ivomec 1% pada setiap telinga
2. Frontline; 1 tetes pada setiap telinga
3. Revolution; Digunakan dua minggu sekali pada waktu mandi
4. Boric acid powder; Ditaburkan ke dalam lubang telinga, akan membuat ear mite menjadi mati karena dehidrasi.

SUMBER: KUNAMON CATTERY

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Mengapa Saya Tidak Memberikan Imboost, Stimuno & Inmunair Pada Kucing Yang Sedang Sakit/Sakit Parah drh. Neno WS, 2009

Mau tahu alasannya ? kita lihat uraian berikut….
Tentang Produk Imunostimulan Manusia

Setidaknya ada sekitar 15 brand imunostimulan yg ada di Indonesia (bisa lihat di MIMS atau ISO terbaru). Merk yang cukup terkenal & sering digunakan adalah imboost & stimuno Kandungan utama sebagian besar imunostimulan adalah Echinacea. Beberapa brand menggunakan kombinasi bahan tambahan seperti vitamin, ekstrak meniran, ekstrak mengkudu, ekstrak berry, bahkan ada yg menambahkan ekstrak jamur kayu yang dipercaya mempunyai efek penyembuhan.

Ada beberapa spesies Echinacea, ekstrak yg digunakan bisa berasal dari akar, batang atau, daun atau bunga. Masing-masing spesies 7 & bahan mempunyai kandungan yang berbeda.

Tentang kandungan & cara kerja

Bagaimana kerja Echinacea meningkatkan kekebalan tubuh, masih belum banyak diketahui secara spesifik. Sebagian besar jurnal penelitian belum memberikan informasi yg lengkap.

Karakteristik kandungan sebagian besar produk imunostimulan adalah lipopolisakarida dan zat-zat lain yang sama-sama merupakan zat berukuran bermolekul besar. Kebanyakan zat bermolekul besar akan dianggap sebagai benda asing/alergen bila dimasukan ke dalam tubuh. Akibatnya system kekebalan tubuh akan bereaksi terhadap benda asing tersebut. Sistem kekebalan menjadi aktif dan memproduksi berbagai zat & antibodi untuk menyingkirkan benda asing. Pemberian terus menerus dapat melatih & memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi.

Efek pemberian jangka panjang belum banyak diketahui. Beberapa zat seperti ekstrak meniran dapat menyebabkan ganguan ginjal dan tidak boleh digunakan pada wanita hamil.

Ilustrasi sederhana mengenai cara kerja imunostimulan adalah, kerjanya “menampar” sistem kekebalan tubuh secara pelan-pelan sehingga tetap bangun dan aktif. Efek jangka panjangnya ?... bayangkan saja bagaimana bila anda “ditampar” untuk tujuan baik, secara pelan-pelan dan terus menerus. Awalnya mungkin sedikit terganggu, kemudian mulai terbiasa (karena sadar hal tersebut untuk tujuan baik), lama-lama pasti kesal dan memberikan reaksi negatif.

Begitu juga dengan sistem kekebalan. Awalnya akan kaget dan bangun, bereaksi memproduksi antibodi & zat lainnya. Lama-lama akan terbiasa dan memproduksi zat-zat tersebut secara konstan pada konsentrasi yang lebih rendah dari awal. Bila hal ini terus berlangsung, akan terjadi penumpukan zat-zat tersebut. Sialnya, kebanyakan zat-zat tersebut adalah juga molekul berukuran besar. Sekali lagi, zat bermolekul besar sering dianggap benda asing/alergen oleh tubuh. Akibatnya tubuh akan menganggap zat-zat kekebalan tubuh yang diproduksi sendiri tersebut sebagai benda asing....dan kemudian akan memproduksi zat-zat kekebalan tubuh lain untuk melawan zat-zat kekebalan tubuh yang sudah diproduksi sebelumnya.

Dalam dunia kedokteran & kesehatan kondisi di atas sering disebut Autoimun. Dengan kata lain tubuh berusaha menghancurkan diri sendiri (ga kompak, kacau deh).

Tentang Produk Imunostimulan Untuk Hewan (Inmunair)

Berdasarkan informasi dari websitenya, Inmunair mengandung propionilbacterium acnes non aktif, Lipopolisakarida E.coli, Thiomersal dan bahan tambahan lain.

Inmunair diperuntukkan bagi hewan ternak ayam (pedaging) dan tidak terdapat pada kategori produk untuk pet (http://www.calier.es/eng/productos.html). Saya belum mendapatkan informasi/alasan kuat disertai hasil penelitian, mengapa produk ini bisa digunakan di hewan kesayangan (anjing & kucing).

Tentang kandungan Inmunair & cara kerja

Sel Propionilbacterium acnes non aktif : Bakteri ini adalah bakteri yang pertumbuhannya lambat dan sering terdapat pada jerawat manusia. Bakteri yg sudah dimatikan yang digunakan dalam inmunair, fungsinya sama seperti echinacea. Bertindak sebagai zat bermolekul besar dan benda asing bagi tubuh.

Lipopolisakarida E. Coli : Bagian dari bakteri E. Coli. Merupakan zat bermolekul besar. Fungsinya sama seperti echinacea & propionilbacterium non aktif, yaitu bertindak sebagai benda asing/alergen bagi tubuh.

Thiomersal : sering disebut juga thimerosal atau sodium ethylmercurithiosalicylate. Merupakan molekul organik yang mengandung merkuri, sering digunakan sebagai antiseptik & adjuvant (pelarut untuk meningkatkan efek vaksin) vaksin manusia. Penggunaan zat ini sebagai adjuvant masih bersifat kontroversi karena diduga menyebabkan autis pada anak-anak. Selain itu zat ini berbahaya/toksik pada manusia bila diberikan secara oral atau topikal pada mukosa & saluran pernafasan (info dari wikipedia). Saya belum mendapat informasi mengenai efeknya bila diberikan oral pada hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.

Mengapa saya tidak memberikan Imunostimulan/imuno modulator pada anjing & kucing yang sedang sakit/sakit parah.

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari berbagai jurnal penelitian mengenai zat yang terkandung dalam produk-produk di atas, ditambah logika / pemikiran pribadi, saya memutuskan untuk tidak memberikan produk imunostimulan pada anjing & kucing yg sedang sakit atau sakit parah, apalagi bila penyakitnya disebabkan virus. Alasannya ada di uraian berikut....

pada saat sakit/awal penyakit (terutama yg disebabkan oleh virus) sebagian besar metabolisme energi aerob (pakai oksigen) tubuh diambil alih oleh mikroorganisme (virus, bakteri, dll). Tubuh Cuma kebagian metabolisme energi yang anaerob dan sebagian kecil yg aerob. Akibatnya produksi energi berkurang drastis karena metabolisme yg anaerob hanya memproduksi energi maksimal 60 % dari yang normal (aerob). Selain itu hasil sampingannya berupa asam laktat juga melimpah. Asam laktat adalah bukti metabolisme energi tidak sempurna/maksimal. Asam laktat menyebabkan tubuh/otot terasa sakit/pegal-pegal. Contoh hal ini terlihat ketika kita mulai terserang flu, badan terasa lemas (karena kurang energi à metabolisme anaerob) dan pegal-pegal.

Reaksi-reaksi kekebalan tubuh memerlukan energi yang banyak. Bagaimana mungkin bisa membuat zat kekebalan dan melawan infeksi, bila sebagian besar generator energi diambil alih oleh penyakit (bakteri, virus dll). Oleh karena itu kita perlu memberikan asupan energi yang mudah dicerna seperti ATP dan atau karbohidrat sederhana yang mudah menghasilkan energi seperti madu, fruktosa, dll. Ada jalur metabolisme energi singkat yang merubah karbohidrat langsung menjadi oksidator/pembasmi penyakit tanpa melalui jalur norma/siklus Krebs. Hal ini tidak diajarkan diperkuliahan kedokteran manapun ( Trus... tau dari mana, dong?.......)

Pada saat fase awal pemberian, produk imunostimulan yang ada sekarang ini (stimuno, inmunair, imboost, dll) menyebabkan imunosupresi (info dari jurnal hasil penelitian). Dengan kata lain menyebabkan penurunan kekebalan tubuh. Bukannya meringankan penyakit, malah memperberat beban tubuh. Coba bayangkan beban tubuh yang sudah kekurangan energi akibat generator energi diambil alih penyakit, ditambah pemberian imunostimulan yang bekerja menjadi alergen/benda asing (mirip dengan penyakit) dan memaksa sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap imunostimulan, sementara sistem kekebalan tubuh juga masih harus melawan penyakit.

Secara sederhana, pada saat sakit & kekurangan energi, sistem kekebalan tubuh hanya bekerja melawan penyakit. Bila diberi imunostimulan, pekerjaan sistem kekebalan tubuh bertambah karena harus juga memproduksi zat kekebalan tubuh sebagai reaksi terhadap imunostimulan.

Fase berikutnya dari pemberian imunostimulan adalah peningkatan zat-zat kekebalan tubuh yang bisa membantu melawan penyakit. Pada manusia ini terjadi sekitar 1-2 minggu setelah pemberian terus menerus. Fase kedua sangat tergantung degan kondisi tubuh orang/hewan yang sakit. Bila kondisi hewan/infeksi sudah berat, fase kedua ini kemungkinan besar tidak akan pernah terjadi.

Pada kasus infeksi virus seperti panleukopenia, calici & rhinotracheitis, kita berlomba dengan virus dan waktu. Secepat mungkin mensupport kucing agar mampu melawan virus. Biasanya dalam waktu sekitar 1 minggu sudah mulai terlihat virus sudah bisa dilawan atau tidak. Setelah kondisi mulai membaik sekitar 1.5- 2 minggu, tubuh mulai punya cukup energi untuk menjalankan berbagai metabolisme dan bisa menjalankan sistem kekebalan tubuh yang “seperti normal” barulah berbagai produk imunostimulan bisa diberikan untuk mempercepat dan menuntaskan persembuhan. Dengan syarat harus bisa menjamin masuknya nutrisi dan energi yang cukup bagi kucing.

Pada kasus virus yang menyerang langsung sistem kekebalan tubuh, atau membuat sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi sempurna, seperti Feline Leukemia (FLV), Feline Infectious Peritonitis (FIP) dan AIDS kucing (Feline Immunodeficiency Virus/FIV), pemberian produk-produk imunostimulan/ imunomodulator di atas kelihatannya akan semakin memperparah kondisi kucing. Penyakit-penyakit ini agak sulit didiagnosa dan sering salah didiagnosa oleh para dokter hewan seluruh dunia (termasuk saya... ...)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Menangani kucing diare

- Upayakan memberikan cairan pengganti jika kucing diare ...
campurkan sesendok gula pasir dan sedikit garam dalam segelas air hangat (pengganti Oralit) ... berikan sedikit demi sedikit tapi sering, hal ini dilakukan untuk mengganti cairan yang hilang dari dalam tubuh

- Untuk kitten, sebaiknya dipuasakan selama 1/2 hari
sedangkan untuk kucing dewasa dipuasakan selama 1 hari
(minum tetep diberikan)

- Dapat juga diberikan obat anti diare seperti Diatab, Guanistrep, Norit, dll ... tentunya dengan dosis yang dianjurkan

- Setelah puasa, jangan langsung memberikan makanan kering ... sebaiknya beri makanan basah (wet food) dulu ... atw kalo ngg dry food nya dilembekin

- Jika dalam 24 jam tidak membaik, segera hubungi dokter hewan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Pemberian Obat Mata


Pemberian Obat Salep Mata



Pengaplikasian salep mata pada kucing kesayangan anda harus dilakukan setelah posisi kucing benar-benar mantap yang dilakukan dengan tangan si aplikator salep mata itu sendiri.

1. Dengan bantuan tangan kiri lakukan penarikankelopak mata bagian bawah dengan menggunakanjempol tangan.

2. Selanjutnya tangan kanan siap mengaplikasikan salep mata yang telah irekomendasikan oleh dokter hewan. Adapun pemberian salep mata diaplikasikan pada bagian kelopak mata kucing bagian dalam.
Perhatian : Jika kucing bergerak tiba-tiba, usahakan tangan anda untuk bergerak supaya menghindari cedera pada mata kucing.

3. Dengan lembut pijat kelopak mata dengan posisi tertutup untuk menyebarkan obat secara merata diseluruh kornea.

Pemberian Obat Tetes Mata



Obat tetes mata diterapkan langsung menuju bola mata. Sebelumnya posisi kepala kucing yang akan diberikan Obat tetes mata tengadahkan menghadap keatas.

1. Adapun pemberian obat tetes mata, diaplikasikan langsung pada sudut mata. botol obat tetes mata di arahkan ke atas terlebih dahulu sebelum dimiringkan mengarah ke sudut mata medial(dekat hidung) kemudian gosok dengan lembut kelopak mata ke arah lateral (keluar ) guna meyebarkan obat.

2. Perbedaan aplikasi obat tetes dengan obat mata, obat tets mata harus diterapkan lebih sering bila dibandingkan dengan salep mata yang mempunyai daya lekat yang kuat sehingga tahan lama bila dibandingkan obat tetes mata yang berbentuk cairan (solutio).

3. namun sebaiknya dalam pengaplikasian obat tets mata maupun salep mata hendaknya dikonsultasikan terlebih dahulu untk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan oleh pemilik kucing kesayangan.

Source: anekakucing

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Penyakit Kulit pada Kucing yang umum di temui di Indonesia.

Halaman 36
Oleh : Cacang Effendi

Saya bukan dokter Hewan, Tetapi  karena banyak sekali rekan pencinta kucing yang mengeluh tentang Penyakit kulit yang di derita oleh kucing kesayangannya, dan hampir setiap hari ada pertanyaan tentang Penyakit Kulit yang masuk ke Forum Face Book yang saya buat untuk membantu pencinta kucing pemula "Sukses Beternak Kucing Ras " http://www.facebook.com/groups/forum.diskusi.SBKR/ , terpaksa saya menulis halaman ini. Tentunya tulisan ini hanya berupa pengalaman yang kami lakukan, dan rujukan terbaik adalah menemui dr hewan , bila kucing anda menderita Penyakit Kulit.

Seringkali pemilik kucing langsung menyatakan kucing saya terkena "jamur"  bila ada masalah kulit pada kucing nya, dan langsung di kasih obat Jamur, Malah ada yang langsung minta suntik anti Jamur , yang bahaya lagi yang di suntikkan adalah Ivermectin, suatu obat anti parasit pada hewan. Banyak salah Kaprah dalam pengobatan penyakit Kulit.  Untuk menambah pengetahuan, saya mencoba mengenalkan penyakit Kulit yang sering saya temui di Indonesia, Pencegahan dan penanganan Penyakit kulit. Gambar di bawah saya ambil dari : Cornell Photo tidak untuk komersial.

Cara awal sederhana untuk mengindentifikasikan kucing anda mengalami gangguan kulit adalah Apakah Kucing anda sering Menggaruk . Bila jawabannya ya, ada kemungkinan kucing anda mengalami masalah kulit.





Penyakit Kulit Yang Banyak di temui di Indonesia :

1. Ring Worm
Ringworm adalah jenis lain dari jamur yang menyerang kucing, Terutama anak kucing di bawah satu tahun. Hal ini menyebabkan lesi melingkar di kepala kucing, telinga, dan badan. Kulit di sekitar lesi sering bersisik dan botak. Ringworm sangat menular dan dapat menyebar ke hewan peliharaan lain di rumah, serta kepada orang-orang. Pengobatan tergantung pada tingkat keparahan, tetapi mungkin termasuk shampoo khusus, salep, atau obat-obatan oral

Penanganan Ring Worm di Cattery kami :
Pencegahan : 
- Sebulan sekali Lakukan desinfektan Rutin ruangan dan kandang tempat tinggal kucing dengan cairan Bleaching /pemutih , dan desinfektan untuk hewan. 
-  Sebulan sekali Mandikan atau rendam kucing dalam cairan Lyme sulfur/larutan belerang. atau air 10 lt yang di tetesi propolis 20 tetes (   http://www.freewebs.com/sacpet/obatperlengkapanpet.htm )   . atau mandikan dengan menggunakan shampo Sebazole.
Pengobatan :
Bila Kucing anda sudah terkena Ringworm ,
- bersihkan kerak2 yang terbentuk dengan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil (VCO) , setelah bersih oleskan Propolis atau salep anti Jamur biasanya Ketokenazole.
- Untuk kcg diatas 4 Bulan secara  Oral berikan Ithraconazole/ Sporanox, satu kapsul di bagi  5 selama 2 minggu sehari sekali.
- Untuk kucing di bawah 4 bulan atau Hamil, jangan di berikan obat oral.
2. Kulit Kering , Ketombe
Seperti orang,  Kulit kucing juga dapat  kering, dan terkelupas. Ini biasanya tidak ada yang serius, tetapi tidak ada salahnya anda konsul dengan dr Hewan anda. Ketombe yang terus menerus dapat  menjadi tanda gizi buruk, perawatan yang tidak memadai, atau ada masalah Kesehatan. Shampoo khusus dan suplemen omega-3 asam lemak dapat membantu mengobati ketombe kucing.

Pencegahan dan Pengobatan : 
- Mandikan  Kucing  Sebulan sekali dengan shampo anti jamur /sebazole.
- Berikan Suplemen tambahan seperti Minyak ikan dan X trabloom wate (http://www.freewebs.com/sacpet/makananvitamin.htm )
3. Infeksi Jamur (Yeast)

Infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur Banyak terjadi pada kucing yang memiliki masalah medis lainnya. Telinga adalah salah satu tempat yang paling umum untuk infeksi jamur. Gejala mungkin termasuk cairan hitam atau kuning, kemerahan pada daun telinga, dan terus-menerus menggaruk telinga. Infeksi jamur mudah didiagnosis dan biasanya cepat sembuh terhadap pengobatan dengan obat antijamur.
Pencegahan : 
- Sebulan sekali Lakukan desinfektan Rutin ruangan dan kandang tempat tinggal kucing dengan cairan Bleaching /pemutih , dan desinfektan untuk hewan. 
-  Sebulan sekali Mandikan atau rendam kucing dalam cairan Lyme sulfur/larutan belerang. atau air 10 lt yang di tetesi propolis 20 tetes (   http://www.freewebs.com/sacpet/obatperlengkapanpet.htm )   . atau mandikan dengan menggunakan shampo Sebazole.
Pengobatan :
Bila Kucing anda sudah terkena Jamur ,
- bersihkan kerak2 yang terbentuk dengan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil (VCO) , setelah bersih oleskan Propolis atau salep anti Jamur biasanya Ketokenazole.
- Untuk kcg diatas 4 Bulan secara  Oral berikan Ithraconazole/ Sporanox, satu kapsul di bagi  5 selama 2 minggu sehari sekali.
- Untuk kucing di bawah 4 bulan atau Hamil, jangan di berikan obat oral.

4. Jerawat Kucing.
 Jerawat biasanya muncul di dan di sekitar dagu kucing. Kemungkinan penyebab termasuk stres, jarang dibersihkan, reaksi terhadap obat, atau masalah kulit . Dokter hewan Anda dapat merekomendasikan shampoo khusus atau gel untuk membersihkan Jerawat, atau antibiotik jika infeksi bakteri menyertai jerawat.
Pengobatan :
- bersihkan kerak2 yang terbentuk dengan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil (VCO) , setelah bersih oleskan Propolis

5. Eosinophilic Granuloma
Jika kucing Anda ada borok atau luka pada hidung atau bibir, ia mungkin akan mengalami jenis reaksi alergi yang dikenal sebagai granuloma eosinofilik. Reaksi ini dapat terjadi di mana saja pada tubuh, tetapi paling sering pada wajah, bantalan kaki, dan paha. Alergi makanan atau kutu kadang-kadang merupakan penyebabnya tetapi luka ini juga bisa terjadi akibat infeksi bakteri. Pengobatannya tergantung pada apa yang menyebabkannya.
Pengobatan :
- bersihkan kerak2 yang terbentuk dengan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil (VCO) , setelah bersih oleskan Propolis

6. Alergic Dermatitis
Kucing dapat memiliki reaksi alergi terhadap produk perawatan, makanan, dan gangguan lingkungan, seperti serbuk sari atau gigitan kutu. Menggaruk kepala atau leher adalah tanda umum dari alergi makanan. Gejala alergi lainnya termasuk menjilat pada kaki atau menggaruk telinga atau pangkal ekor. Ada berbagai cara untuk mengobati kulit gatal berhubungan dengan alergi, tapi melakukan pencegahan adalah strategi terbaik.
Pengobatan :
- bersihkan kerak2 yang terbentuk dengan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil (VCO) , setelah bersih oleskan Propolis



7. Stud Tail
Juga disebut hiperplasia kelenjar pada buntut, Ekor pejantan mengeluarkan kelenjar minyak yang aktif di bagian atas ekor. Kelenjar ini menghasilkan ekskresi lilin yang Membuat rambut rontok dan lesi berkerak. Dalam kasus yang parah, kondisi bisa membuat ekor rentan terhadap infeksi bakteri. Neutering/Kebiri dapat menghilangkan masalah pada kucing jantan. Pilihan pengobatan lain adalah rajin merawat ekor dan menggunakan sampo yang diformulasikan secara khusus.
Pengobatan :
- Cuci /bersihkanlemak di buntut dengan menggunakan Goop atau sabun untuk cuci piring.
- setelah bersih bilas dengan shampo sebazole dan terakhir bilas dengan air propolis ( 20 tetes propolis dan 1 liter air) , keringkan sampai kering.
8. Rambut Rontok

jika Anda melihat kucing Anda kehilangan rambut lebih dari biasanya atau memiliki bagian yang botak, segera mungkin temui dr hewan anda. Rambut rontok abnormal dapat menjadi tanda peringatan dari beberapa penyakit, adanya kutu, stres, alergi, atau gizi buruk.
Pengobatan :
- Berikan makanan bergizi misalnya wet food dicampur kitty bloom atau kalau untuk menggemukan berikan juga Xtra Bloom wate.
- Berikan pengobatan sesuai dengan penyebab kebotakan
9. Infeksi Bakteri
Dalam banyak kasus, infeksi kulit bakteri berkembang sebagai akibat dari masalah  kulit lainnya. Misalnya, jerawat kucing bisa membuat akarrambut kucing lebih rentan terhadap infeksi, sehingga folliculitis. Infeksi bakteri dapat diobati dengan antibiotik, tetapi yang terpenting menjaga kesehatan kulit agar tidak terkena infeksi bakteri
Pengobatan :
- bersihkan kerak2 yang terbentuk dengan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil (VCO) , setelah bersih oleskan Propolis atau salep anti bakteri misalnya kemicetine salep.
- Berikan antibiotik sesuai anjuran dr hewan anda.

10a. Ear Mite

Kutu  telinga adalah parasit kecil yang tinggal di  lilin dan minyak di dalam telinga kucing. Saat mereka makan, mereka menyebabkan peradangan yang dapat menyebabkan kulit serius atau infeksi telinga. Tanda-tanda kutu telinga adalah bila  menggaruk kepala dan telinga berlebihan , telinga gemetar, dan bau yang kuat dan kotor dalam telinga. Kutu telinga dapat diobati dengan produk topikal yang diresepkan oleh dokter hewan.
b. Scabies kucing
Scabies kucing adalah penyakit kulit biasa yang disebabkan oleh tungau kepala Notoedres cati. Tanda pertama adalah rasa gatal sekitar kepala dan leher, bersama dengan rambut rontok dan munculnya bintik botak. Karena sering nya menggaruk, kulit menjadi merah, dan luka. Biasanya, Anda akan melihat warna abu-abu tebal untuk kerak kuning di sekitar, leher tepi wajah, dan telinga. Kondisi ini juga dapat terjadi pada kulit kaki dan alat kelamin.
Pengobatan :
- bersihkan kerak2 yang terbentuk dengan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil (VCO) , setelah bersih oleskan Propolis
- untuk Ear mite dalam kuping bersihkan dengan memasukkan cairan pembersih telinga Otolin. bisa juga di teteskan obat kutu frontline di tengkuk kucing.
- Untuk Kucing dewasa bila scabies sudah menyebar konsultasikan dengan drh anda , karena di perlukan penyuntikan anti parasit 
- sedangkan untuk kitten atau bayi pengobatan dengan membersihkan kerak2 yang terbentuk dengan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil (VCO) , setelah bersih oleskan Propolis, merupakan pilihan terbaik.


11. Kutu Lice
Kutu Lice adalah parasit yang membuat kulit kering. Mereka biasanya ditemukan pada kucing tua atau sakit dan sering pergi tanpa diketahui. Hal ini dapat membuat kucing menggaruk, gelisah, penampilan rambut yang tidak biasa, dan rambut rontok. Seperti tungau, kutu Lice dapat diobati dengan pengobatan topikal. Karena kutu spesies-spesifik, Anda tidak perlu khawatir akan tertular kutu dari kucing Anda.
Pengobatan :
- bersihkan kerak2 yang terbentuk dengan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil (VCO) , setelah bersih oleskan Propolis, teteskan tengkuk kucing dengan obat kutu seperti frontline.
- Untuk Kucing dewasabila scabies sudah menyebar konsultasikan dengan drh anda , karena di perlukan penyuntikan anti parasit 
- sedangkan untuk kitten atau bayi pengobatan dengan membersihkan kerak2 yang terbentuk dengan Minyak Tawon atau Virgin Coconut Oil (VCO) , setelah bersih oleskan Propolis, merupakan pilihan terbaik.




12. Kutu

Kutu/ Pinjal adalah masalah yang sangat umum. Anda dapat mencari mereka atau Telur mereka dalam rambut kucing, terutama di mana  warna bulu pucat. Tanda-tanda lain adanya adalah bila kucing anda sering  menggaruk, luka kulit berkerak, dan penipisan rambut di atas pangkal ekor. Untuk membasmi kutu, Anda harus merawat kucing Anda, serta furnitur Anda, tempat tidur, dan karpet. Melakukan desinfektan bulanan adalah yang terbaik
Pengobatan : 
- bersihkan kerak2 atau kotoran dengan VCO atau minyak tawon, oleskan propolis.
- Teteskan obat Kutu Frontline Pada tengkuk Kucing
- Desinfektan ruangan atau kandang kucing minimal sebulan sekali.
"Dalam kehidupan ini ,kita mendapat pengetahuan dari alam secara gratis, mengapa tidak kita sumbangkan pengetahuan kita untuk yang membutuhkan "

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Penyakit Kucing yang sering ditemui.

Halaman 15
Oleh : Cacang Effendi


Indonesia adalah negara tropis dengan tingkat Kelembaban yang sangat tinggi, Sangat berbeda dengan kondisi di negara2 Eropa , Amerika dan Australia. Di Blog ini saya hanya menulis beberapa penyakit yang sering di temui, dan langkah yang saya lakukan se hari- hari bila penyakit tersebut terjadi di tempat kami.

Penyakit yang banyak di temui oleh Pemelihara kucing di Indonesia adalah :

1. Penyakit Kulit : Jamur/ Ringworm, scabies, ketombe.


 Penyebab penyakit kulit dapat disebabkan oleh beberapa hal :
- Penularan dari kucing sekitar.
- Kurang kering setelah Memandikan
- Kelembaban yang tinggi, penggunaan AC dan Dehumidifier sangat disarankan.



Untuk mengurangi /Mencegah penyebaran jamur dalam lingkungan  sangat penting untuk melakukan desinfektan kandang dan ruangan secara rutin dan teratur , begitu juga untuk memisahkan atau mengkarantina kan kucing yang baru datang. Selain itu perendaman kucing dengan Lime sulfur pada saat memandikan juga dapat mencegah terjadinya penyakit2 Kulit.
Pengobatan Penyakit Kulit seperti Jamur, scabies dll dapat dilakukan dengan pemberian obat luar  dan secara Oral atau suntikan, di tempat kami umumnya setiap kali kucing di bersihkan/ sisir , pemeriksaan terhadap penyakit kulit juga di lakukan, bila ada gejala penyakit kulit umumnya daerah yang terkena di bersihkan dengan minyak Tawon yang ditambahkan dengan 5 tetes cairan extract bee propolis non alkohol dan setelah itu di oleskan dengan salep anti jamur, Dr hewan kamipun melakukan suntikan anti jamur bila terlihat banyak bibit jamur di kulit dan juga pemberian obat jamur Itraconazole. Pemberian suntikan atau meminum obat jamur sebaiknya dilakukan pada saat kucing tidak hamil atau menyusui.


2. Pilek /Cat  Flu.


Penyakit cat Flu merupakan penyakit yang banyak dan umum  terjadi di peternakan kucing terutama untuk kucing yang mempunyai struktur hidung seperti kucing Persia atau Exotic, begitu juga bila terjadi pergantian musim yang Extrim atau kelembaban yang tinggi seperti musim hujan.
penyebab penyakit ini umumnya disebabkan oleh  virus Herpes dan Calici , gejala cat flu umumnya kucing mengeluarkan air mata berlebih, berbangkis, pupil mata mengecil. napsu makan menurun karena tidak dapat membaui makanan,dan tidak aktif, tanda- tanda diatas kadang disertai dengan mulut sariawan, mata merah serta demam.
Kucing yang pernah terkena virus ini , umumnya carrier tidak bisa disembuhkan dan akan sakit lagi bila daya tahan tubuhnya lemah, untuk mencegah terjadinya atau timbulnya penyakit ini di perlukan suplemen l-Lysine , karena l-Lysine dapat menghentikan replikasi dari virus ini.dan menguatkan daya tahan kucing terhadap penyakit flu.
Cara pemakaian : - Untuk kucing dewasa seperempat sendok teh. untuk anak kucing seperdelapan sendok teh, sangat baik untuk kucing sakit atau kucing yang mempunyai gejala2 seperti diatas atau pada musim panca roba.
Catatan : sangat baik bila dicampur dengan makanan basah yang menjadi favorit kucing anda. 




Informasi lebih lengkap dapat dilihat di : http://www.freewebs.com/sacpet/makananvitamin.htm
Selain pemberian suplemen diatas , Pencegahan yang dilakukan umumnya dengan pemberian air minum yang ditambahkan dengan cairan fruktose/ gula anggur serta 5 tetes propolis setiap hari, bila terlihat sudah terkena pilek yang dilakukan adalah pemberian amoksilin cair, Serta  melakukan nebulizer setiap hari dengan triple antibiotik


Penggunaan Nebulizer untuk kucing berbeda dengan manusia, untuk kucing kita tidak menggunakan Face mask karena kucing akan berontak, bisanya uap langsung di masukkan kedalam pet carrier yang telah di modifikasi dan kucing yang akan di obati berada dalam pet carrier tersebut.

3. Muntah.
Muntah dapat di sebabkan oleh hairball atau gejala penyaki lain, pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah pemberian Primferan.
4. Mencret.
Mencret dapat terjadi karena perubahan makanan , gangguan pencernaan yang disebabkan penyakit lain atau gangguan parasit, tahap pertama yang dilakukan adalah pemberian obat Scourban, scourban merupakan obat hewan dan banyak di jual di Pet show atau anda memesan secara online melalui SAC pet shop http://www.freewebs.com/sacpet/perlengkapanpet.htm  atau 08128792016
 bila disebabkan oleh parasit dapat diberikan Flagyl atau konsultasikan dengan dokter hewan anda.
5. Mata.
Penyebab penyakit mata dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti Iritasi,alergi,  bakteri atau virus, umumnya gejala dapat dilihat pada mata kucing.
Bila iritasi biasanya cukup di berikan obat tetes mata visine, tetapi bila ada infeksi biasanya mata banyak mengeluarkan kotoran / belekan , penggunaan salep mata antibiotik di perlukan, dan tentunya penting sekali mengkonsultasikan  penyakit mata kucing anda ke dokter hewan.
Selain dari kelima penyakit Umum diatas, banyak penyakit lain yang terjadi, Pada blog ini saya tidak akan membahas satu persatu karena  seorang pakar kesehatan kucinglah  yang pantas menulisnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS